Senin, 12 Maret 2012

Memang abstrak, tapi itulah hidup :)

Hai :D
Terinspirasi dari entrynya adel, jadi aku bikin entry ini
Sedikit curhat mungkin ya, tapi berbagi bukan suatu kesalahan, right? ;)

Kalo adel bahas cangkir dan tuan puteri, aku mau bikin suatu cerpen aja :D

Ada seorang anak perempuan, sebut aja Nona. Dia merasa begitu rendah, sering membandingkan dirinya dengan orang lain, dengan cewek lain yang begitu perfect di mata dia. She hates everything about her. Mungkin nggak everything, tapi dari segala sisi, dia gak suka sama dirinya sendiri. Kurus, jelek, rambut kacau, sensitifnya kelewatan, cengeng, males, pikirannya cowok doang. Astaga, ada yang lebih buruk kah?

Tapi dia sendiri merasa salut sama dirinya sendiri. Dia rela berkorban buat orang lain, mendoakan mereka yang bikin dia sakit, berusaha membantu yang benar-benar kesusahan walau mereka nggak minta bantuan, dan masalah curhat? Dia tutup mulut serapet-rapetnya.

Hidupnya dia itu... Termasuk aneh. Kebiasaan keluarganya aneh, kebiasaan dirinya sendiri jgua aneh. Bukan aneh mungkin, tapi beda. People said, different is excellent. Tapi apa dia semudah itu menerima perbedaan yang ada pada dirinya? Rasanya enggak. Dia pengen jadi sama seperti orang lain, yang 'normal-normal' aja. Tapi, dia sadar, kalau dia sama seperti yang lain, terus dia nggak spesial dong?

Hei, berbeda itu membuat kamu jadi spesial, unik, jarang ada. Mungkin orang-orang sulit menerima perbedaanmu, tapi apa daya mereka? Kamu adalah kamu, mereka adalah mereka. Hidup mereka jelas berbeda dari hidup kita. Hidup mereka abstrak, hidup kita juga.

Mungkin suatu saat kamu merasa, "Wah, Tuhan baik banget, ini yang aku mau. Makasih Tuhan", sambil senyum-senyum nggak jelas. Tapi kadang kita juga merasa, "Kok gini sih? Aku nggak mau gini! Tuhan, kenapa jadi gini?", sambil nangis mungkin. Abstrak kan?

Tapi sekali lagi, itu namanya hidup. Semua terjadi karena sebuah alasan. Semua terjadi untuk membuat kamu menjadi orang yang lebih baik. Dan Nona itu juga sadar, bahwa semuanya terjadi karena sebuah alasan.

Oke kalian tau sesuatu? Nona itu pernah bikin rumah, yang hanya 1 tahun. Cepet banget kan? Karena terlalu cepet itu, makanya pondasinya kurang bagus. Saat dia udah selesai membangun, eh ada anak-anak yang jailnya setengah mati, ngelemparin batu, dan alat-alat yang bikin rumah itu rusak. Intinya, rumah itu akhirnya rusak berat, rata sama tanah. Gimana perasaan Nona? Tentu saja hancur, merasa bahwa itu semua nggak adil. Kenapa rumah yang udah dia bangun selama 1 tahun malah dirusak sama anak-anak kurang kerjaan yang tujuannya hanya iseng dan mainan? Hanya dalam waktu 30 menit rumah itu udah hancur. Jelas aja, pondasinya bener-bener soak. Nona itu merasa Tuhan nggak adil, apa yang udah dia bangun hancur lebur tanpa sisa. Sehancur perasaannya mungkin :)
Tapi lalu dia sadar. Mungkin, rumah itu akan hancur saat dia tidur di dalamnya, jadi Tuhan mengirim anak-anak itu untuk merusak sebelum ada orang yang terluka lebih dalam. Memang, Nona itu sangat sedih, merasa tidak adil. Tapi dia mengerti, mungkin memang sebaikna begitu, merasa sakit di awal, jadi saat dia semakin sayang pada rumah barunya itu, dia nggak merasa sakit lagi kalau rumahnya hancur, apalagi kalau dia kena batunya.

Semua terjadi karena alasan. Abstrak memang. Kita nggak akan tau apa sebenarnya tujuan Tuhan memberi kita sutu kejadian. Mau yang bikin kita seneng, ngefly, atau apalah. Atau malah yang bikin kita sedih, down, putus asa.

Tapi yakin dong. Di dunia itu nggak ada yang abadi. Contoh aja, hubunganmu sama pacar nggak akan abadi, telor yang kamu masak buat sarapan juga nggak akan abadi, bolpoin yang kamu beli juga nggak akan abadi. Begitu pula dengan masalah yang sedang hinggap di hidupmu. Itu nggak akan abadi, sayang :)

Nona itu sekarang menanamkan sebuah pikiran dalam otak dan hatinya, dan kusarankan kalian juga.

Nggak ada yang abadi, semua pasti akan berlalu. Semua terjadi karena alasan, dan membantu kita menjadi orang yang lebih baik dan lebih dewasa :)
 

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...